Jatiluhur Valley & Resort Kembali Buka Saat Libur Lebaran.

PURWAKARTA – Jatiluhur Valley Resort (JVR), kawasan wisata danau yang memiliki letak strategis diantara Bandung dan Jakarta merupakan pilihan yang tepat bagi pewisata yang menginginkan suasana berbeda saat libur lebaran Idul Fitri 1443 H. 



Penikmat kuliner dapat menikmati sajian istimewa sambil menikmati kemegahan danau dengan bangunan pelimpah Morning Glory. Bangunan bersejarah buatan Prancis yang hanya ada satu satu nya di Dunia serta bentangan alam indah dengan pemandangan  deretan pegunungan hijau dan  eksotisme alam waduk terbesar di Asia ini menjadikan kawasan JVR  menjadi salah satu kawasan wisata favorit di Provinsi Jawa Barat. 


Waduk Jatiluhur telah berdiri selama 55 tahun dan  memiliki fasilitas wisata yang lengkap yang dikelola oleh JVR. Hotel dan bungalow, water boom, restoran, dan sarana rekreasi di alam terbuka  serta watersport center yang sekaligus mendukung pertumbuhan  UMKM di sekitar Waduk Jatiluhur dapat dinikmati oleh pewisata.


Di JVR pewisata juga dapat menikmati keindahan sunset sambil bersantai bersama keluarga dan sahabat di resto Istora, selain itu pewisata bisa juga menikmati berbagai olahraga air  dan berepeda. Bagi pecinta kopi JVR juga menyediakan bar kopi yang hanya menjual kopi di aliran sungai citarum sebagai wujud tanggung jawab pelestarian ekosistim sumber daya air dan dukungan kepada petani kopi.


Untuk masuk ke kawasan Jatiluhur Valley & Resort pewisata diwajibkan membayar tiket di gerbang masuk dengan harga Rp. 20.000,00 per orang di hari biasa dan Rp. 25. 000,00 per orang di hari libur serta tiket kendaraan yang dapat dilihat di sosmed JVR (ig : jatiluhurvalleyresort)


Pengelola Kawasan Wisata Jatiluhur Valley & Resort telah menerapkan Protokol Khusus Pencegahan Covid 19 di Kawasan Wisata. Protokol pencegahan COVID-19 yang diterapkan di kawasan wisata Jatiluhur Valley and Resort, antara lain pengukuran suhu tubuh <37,3oC, penggunaan masker, penyediaan fasilitas cuci tangan atau penyediaan hand sanitizer bagi pewisata, penyemprotan disinfektan berkala, penerapan sistem antrian 1 meter , physical distancing dan kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Komentar